HALAMAN

  • SEJARAH SINGKAT

    SEJARAH BERDIRINYA YAYASAN MUTIARA ILMU HIMAH

    1.     Sejarah Singkat

    Yayasan Pedidikan Mutiara Ilmu didirikan pada Senin, 22 Oktober 2001, dengan sekretariat di Jalan Printis Kemerdekaan Km. 8 Growth Centre, Aptisi, Makassar.

    Yayasan Pendidikan Mutiara Ilmu bergerak di bidang; Sosial, keagamaan dan kemanusiaan. 1) Bidang Sosial, melayani pendidikan umum kepada masyarakat yang di mulai dari tingkat Tingkat Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah menengah Umum, dan Tingkat Perguruan Tinggi. 2) Bidang Keagamaan, Pendidikan moral, akhlak dan budi pekerti yang menjadi acuan di tingkat TK, SD, SMP, SMU, dan Perguruan Tinggi. 3) Bidang Kemanusiaan, pelayanan pada masyarakat di lingkungan, terutama lingkungan sekitar yang membutuhkan yang mengarah pada pelayanan fasilitas umum, seperti bakti sosial, pemberian bantuan kepada masyarakat yang terkena bencana alam.
    Pada tahu 2008, sekretariat dan sekolah pindah ke lokasi baru dengan status milik yayasan, tepatnya di Jalan Goa Ria Poros Laikang, Sudiang.

    Pendiri dan pengelola Yayasan Pendidikan Mutiara Ilmu saat itu adalah;

    Ketua            : Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, S. E.
    Wakil Ketua   : H. Akmal Umar, S. E., M. Si.
    Sekertaris      : Mustakim, S. Ag.
    Bendahara     : Nuryani, S. E.
    Anggota        : Ir. Zulharnah

    Pada tanggal 11 November 2011, Yayasan Pendidikan Mutiara Ilmu mengalami perubahan nama/ peralihan dari Yayasan Pendidikan Mutiara Ilmu menjadi Yayasan Mutiara Ilmu Hikmah. Perubahan nama yayasan ini disebabkan karena faktor keterlambatan waktu pencatatan di Departemen Hukum sehingga nama yayasan pendidikan mutiara ilmu digunakan oleh pihak yang lebih dulu mendaftarkan nama yayasannya. Tambahan kata “Hikmah” berarti yaitu ucapan, perbuatan, dan doa sesuai dengan kebenaran media ilmu dan akal.

    Adapun Pengurus dan Pengelolah Yayasan Mutiara Ilmu Hikmah saat ini adalah;

    Pembina    :  1. Prof. Dr. H. Mansyur Ramli, S. E.
                        2. Dr. H. Akmal Umar, S. E., M. Si.

    Ketua             : Mustakim, S. Ag.
    Wakil Ketua    : Ir. Zulharnah
    Sekertaris       : Ashar Sinilele, S.H., M.H.
    Bendahara      : Nuryani, S.E.
    Anggota         : Laola Subair, S.H., M.H.

     

      2.  Asal Usul Nama
    Nama Mutiara yang berarti cahaya terang benderang yang dapat menerangi sedangkan Ilmu berarti sesuatu yang bernilai manfaat untuk manusia, jadi Mutiara Ilmu adalah cahaya yang bermanfaat untuk kehidupan manusia dan akan mewujudkan insan-insan manusia yang memiliki nilai manfaat untuk kehidupan manusia lainnya

      3.   Logo

       Gambar melengkung bertuliskan Yayasan Mutiara Ilmu bermakna memayungi sesuatu, Gambar berbentuk kubus persegi warna biru, bermakna bangunan yang berdiri kokoh/kuat, Gambar berbentuk mutiara yang bermakna cahaya yang dapat menerangi, Dalam Gambar tersebut secara abstraksi memperlihatkan Huruf M besar dan I kecil sebagai singkatan dari Mutiara Ilmu

     

     

    SEJARAH BERDIRINYA SMK KOMPUTER MUTIARA ILMU


    SMK Komputer Mutiara Ilmu mendapatkan izin operasional pada tanggal 27 Februari 2002, dan mulai menerima siswa baru pada tahun ajaran 2002-2003. Alasan didirikannya sekolah SMK Komputer Mutiara Ilmu dimulai dari diskusi sederhana tentang sekolah yang ada di lingkungan Growth Center Aptisi Wilayah IX dengan status kontrak, dari hal tersebut timbul niat untuk mendirikan sekolah dengan motto ”Kenapa orang lain melaksanakan kegiatan pembelajaran di Growth Center sedangkan kita tidak, maka mulai saat itu atas inisiatif Akmal Umar maka dicetuskanlah untuk membuka sekolah”. Adapun alasan lain didirikannya sekolah ini yaitu ingin melayani dan memberikan pendidikan kepada masyarakat terutama di bidang komputer seiring dengan kebutuhan dalam dunia kerja saat ini dan yang akan datang.


    Tujuan (visi) SMK Komputer Mutiara Ilmu yaitu; Menciptakan ahli-ahli komputer pada masa itu, kini dan akan datang. Sesuai dengan tujuan yang diharapkan, maka terfokus siswa, tenaga pengajar, dan kurikulum. Siswa merupakan salah satu faktor yang ada sesuai dengan tujuan menciptakan ahli komputer. Tenaga pengajar sebagai ujung tombak bagi siswa untuk mengajarkan komputer sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Faktor ketiga adalah kurikulum yang menjadi dasar untuk pembelajaran. adapaun kurikulum yang digunakan pada saat itu masih melihat dan mengadaptasi dari kurikulum kampus STMIK Dipanegara Makassar.


    Pencarian siswa baru untuk pertama kali dilakukan dengan cara menyebarkan brosur. Di tahun pertama, pelaksanaan sekolah perdana dimulai pada tanggal 8 Juli 2002, dengan jumlah siswa yang tercatat sebanyak 17 siswa dan yang bisa lanjut sampai selesai hanya 13 siswa. Tahun kedua tercatat 46 siswa dan yang mampu bertahan hingga selesai hanya 33 orang, di tahun ketiga sebanyak 174 siswa dan yang sanggup bertahan hingga Ujian Nasional 133 siswa dan 2 orang tidak lulus. Jurusan yang dibuka pada saat itu yaitu; TIK (Teknik Informatika Komersial). Dengan slogan “Together We Change The Future”.


    Pada tahun keempat tahun Ajaran 2005, Sekolah SMK Komputer mutiara ilmu terus mengalami perkembangan baik dari jumlah siswa yang mendaftar dan tercacat sebagai siswa sampai pada pembukaan jurusan baru yaitu RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) dan TKJ (Teknik Komputer Jaringan). Sesuai dengan perkembangan maka, visi dan misi dari SMK Komputer Mutiara Ilmu pun bertambah.   


    Tenaga pengajar sejak berdirinya Sekolah Komputer Mutiara Ilmu sampai pada perubahan nama sekolah Komputer Mutiara Ilmu Hikmah mulai dari tahun pertama, tahun 2002 sampai sekarang sudah tercatat sebanyak 58 guru ( 28 Laki-Laki dan 30 Perempuan ) yang pernah menjadi guru, untuk tahun ajaran 2013/2014 jumlah guru yang siap membagi ilmu di SMK Komputer Mutiara Ilmu sebanyak 23 Orang Guru. Sedangkan tenaga staf 10 orang.


    SMK Komputer Mutiara Ilmu mulai tahun 2002 sampai dengan 2008 berlokasi di Jl. Perintis Kemerdekaan I Km. 8 dengan status menyewa gedung, melalui manajemen yang baik dan terencana akhirnya bisa membeli tanah dan membangun di Jalan Goa Ria Poros Laikang, Sudiang dan meninggalkan gedung yang lama. Pembangunan gedung pun terus berkembang dengan jumlah siswa yang meningkat tiap tahunnya

KOMENTAR

HALAMAN LAINNYA