HALAMAN

  • Tata Tertib

    TATA TERTIB SISWA SMK KOMPUTER MUTIARA ILMU


    A.    PENDAHULUAN
           Perkembangan dunia pendidikan sebaiknya ditujukan untuk melahirkan suatu kebudayaan yang memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi. Dan ini kita awali dari sekolah yang diinginkan dapat menjadi pusat kebudayaan.
    Sebagai pusat kebudayaan sekolah mempunyai sasaran :

    1. Terciptanya masyarakat gemar belajar.
    2. Meningkatkan mutu pendidikan.
    3. Insan sekolah (Guru, siswa dan pegawai sekolah) menjadi teladan bagi masyarakat sekitarnya baik fisik maupun spiritual.
    4. Terlaksananya pembentukan manusia Indonesia seutuhnya.
    5. Untuk mencapai hal-hal tersebut di atas sebagaimana mestinya, di perlukan penjabaran langkah teknis/operasional yang tertib sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem persekolahan yang berlaku dan dihayati oleh seluruh komponen yang terlibat sebagai kewajiban yang perlu di patuhi dan akan dikenai sanksi-sanksi jika terjadi penyimpangan atau pelanggaran.

    Penjabaran langkah operesional tertib itu khusus di wujudkan dalam Tata Tertib Siswa selaku ketentuan–ketentuan yang mengatur kehidupan sekolah sehari-hari dan mengandung sanksi pembinaan terhadap pelanggarannya.
    Bagi para siswa Tata Tertib Siswa  mengatur kehidupan yang bersifat ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler, sehingga kewajiban-kewajiban mematuhi seharusnya menjadi kebanggaan setiap siswa, sedang pelanggaran terhadapnya akan merusak citra, bahkan dapat meninggalkan kedudukannya sebagai siswa.


    B.    KETENTUAN TATA TERTIB
           Setiap siswa SMK Komputer Mutiara Ilmu berkawajiban mematuhi ketentuan-ketentuan berikut:
           I. Kehadiran di Sekolah.

    1. Siswa berada di sekolah memulai belajar di kelas pada pagi 07.20
    2. Selambat-lambatnya 5 (lima) menit sebelum pelajaran dimulai, siswa sudah berada di dalam lingkungan sekolah.
    3. Siswa yang terlambat di bawah 15 menit, diizinkan masuk ke dalam kelas pada mata pelajaran berikutnya setelah melaksanakan tugas/sanksi yang telah diberikan oleh wakil kepala sekolah bidang kesiswaan/guru BK atau guru piket yang bertugas.
    4. Siswa yang terlambat lebih dari 15 menit, tidak diperkenankan masuk pelajaran sampai jam pembelajaran ketiga, kecuali ada konformasi yang jelas dari orang tua/wali.

          II. Kegiatan Intrakurikuler

    1. Siswa memasuki ruang kelas secara teratur dan tertib sebelum pelajaran dimulai, siswa harus sudah siap untuk menerima pelajaran.
    2. Pada permulaan jam pelajaran I (pertama), siswa melakukan hormat belajar yang dipimpin oleh Ketua Kelas.
    3. Pada permulaan pelajaran dan setelah pelajaran berakhir, siswa menghormati guru dengan tertib.
    4. Sebelum dan sesudah jam pelajaran berakhir, siswa membaca Do’a secara bersama dan dipimpin oleh salah satu perwakilan siswa.
    5. Siswa tidak dibenarkan meninggalkan ruang kelas dan meninggalkan sekolah selama jam pelajaran berlangsung, kecuali ada keperluan yang sangat mendesak dan mendapat izin dari guru mata pelajaran dan guru BK.
    6. Pada waktu pergantian mata pelajaran siswa tidak di perkenankan keluar kelas dan harus menunggu sampai jam berikutnya.
    7. Jika guru belum masuk ke kelas setelah 5-10 menit, ketua kelas segera memberitahukan guru BK atau Wakil Kepala Sekolah.
    8. Pada waktu jam istirahat siswa wajib berada di luar kelas dan hendaknya waktu istirahat di pergunakan dengan sebaik-baiknya dan tetap berada dalam lingkungan sekolah.
    9. Selama mata pelajaran berlangsung siswa tidak di perkenankan makan dan minum di kelas.
    10. Siswa tidak dibenarkan melakukan perayaan ulang tahun di sekolah dan atau kegiatan lain yang dapat mengganggu ketertiban sekolah.
    11. Selambat-lambatnya 1 (satu) jam setelah pelajaran berakhir, siswa tidak di perkenankan berada dilingkungan sekolah, kecuali ada kegiatan yang diatur oleh sekolah.
    12. Selama jam sekolah siswa tidak diperkenankan menerima tamu, kecuali mendapatkan izin dari guru yang ditunjuk untuk itu.
    13. Siswa tidak dibenarkan membawa HP dan alat Audio Player/multimedia lainnya pada jam pelajaran kecuali ada kegiatan yang diatur oleh sekolah.

       III.    Absensi

    1. Apabila seorang siswa tidak hadir disekolah (alpa), pada hari pertama ia masuk kembali harus membawa surat dari orang tua/wali sebagai bukti yang sah dan harus di serahkan pada wakil kepala sekolah bidang kesiswaan atau guru BK.
    2. Apabila ketidakhadiran siswa tersebut karena sakit dan alpa (tidak hadir) lebih dari 3 hari, maka orang tua/wali siswa harus memberitahu pada sekolah dengan menyertakan surat keterangan dari dokter.
    3. Pemberian izin tanpa surat hanya di berikan dalam keadaan terpaksa misalnya sakit, kematian, kabakaran dan kecelakaan.
    4. Siswa yang tidak hadir 3 hari berturut-turut tanpa keterangan, akan diadakan pemanggilan orang tua / wali oleh wali kelas.
    5. Apabila ternyata surat keterangan yang masuk tidak benar, maka ketidakhadiran siswa yang bersangkutan akan di anggap alpa (tidak hadir) dan selanjutnya akan di proses oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan/guru BK.

      IV.    Pakaian Seragam / Perhiasan.

    1. Siswa harus memakai pakaian putih abu-abu setiap hari Senin sampai hari Rabu dan pakaian seragam sekolah setiap hari Kamis sampai Sabtu.
    2. Pemakaian seragam sekolah, siswa mengenakan baju diluar (sesuai model baju).
    3. Dalam mengenakan pakaian putih abu-abu, pria harus memasukkan bajunya kedalam celana. Celana tersebut tidak ketat, tidak robek dan tidak jatuh.
    4. Bagi perempuan memasukkan baju putih kedalam rok, kecuali pakaian busana muslim bagi perempuan. Rok tersebut panjangnya sampai mata kaki, tidak ada belahan dan tidak jatuh.
    5. Baju yang dikenakan baik untuk pria maupun perempuan dilarang untuk diperkecil atau dipotong pendek sesuai tren pakaian remaja yang terlalu memperlihatkan bentuk/lekuk tubuh.
    6. Semua seragam sekolah harus dilengkapi dengan lambang, dasi dan topi.
    7. Rambut laki-laki tidak dibenarkan panjangnya melebihi 3 cm atau menutupi leher kemeja dan daun telinga serta menyentuh alis dan tidak cat/diwarnai.
    8. Rambut laki-laki dan perempuan tidak dibenarkan di cat/diwarnai.
    9. Siswa laki-laki dilarang memakai perhiasan (asesoris) dan perempuan dilarang memakai perhiasan dan berhias yang berlebihan.
    10. Mengenakan sepatu berwarna hitam dengan kaus kaki warna putih.
    11. Mengenakan ikat pinggang warna hitam dan tidak beraneka motif dan besar.

    V.    Rokok, Judi, Minuman keras, Narkotika, Bacaan, Senjata Tajam, Perkelahian, HP dan lain-lain.

    1. Siswa dilarang membawa dan merokok dilingkungan sekolah dan saat memakai pakaian seragam diluar lingkungan sekolah.
    2. Siswa tidak dibenarkan melakukan perjudian dalam segala bentuknya di lingkungan sekolah.
    3. Siswa dilarang membawa, mengkomsumsi dan mengedarkan barang minuman keras, narkoba, obat-obat terlarang dan sejenisnya.
    4. Siswa dilarang membawa, memiliki, mengedarkan buku bacaan dan atau bentuk media lainnya yang bertentangan dengan susila dan nilai budaya nasional serta moral Pancasila.
    5. Siswa dilarang membawa senjata api, senjata tajam, atau benda apapun yang tidak ada hubungannya dengan pendidikan yang dapat membahayakan orang lain.
    6. Siswa dilarang berkelahi secara langsung atau tidak langsung di sekolah maupun diluar sekolah pada aksi keributan berupa; penyulut perkelahian atau keributan dan atau apapun bentuknya yang dapat merugikan diri sendiri, orang lain, sekolah dan masyarakat.
    7. Siswa dilarang membawa Handphone (HP) atau Audio Player dan media lainnya di sekolah
    8. Siswa dilarang menjual stiker, bazaar dan semacamnya di lingkungan sekolah tanpa persetujuan sekolah.

    VI.  Keamanan, Kebersihan, Ketertiban, Keindahan, Kekeluargaan & Kerapian

    1. Siswa bertindak serta bersikap sopan santun dan menghormati ibu dan bapak guru/staff, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
    2. Siswa yang kelasnya lebih tinggi berkewajiban untuk memberi teladan kepada siswa kelas lebih rendah dan siswa yang kelasnya lebih rendah menghormati siswa yang kelasnya lebih tinggi.
    3. Siswa bertanggungjawab memelihara dan menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, keindahan, kedisiplinan dan kerapian berdasarkan prinsip kekeluargaan.
    4. Setiap siswa berkewajiban memelihara keamanan, ketertiban, kebersihan, keindahan dan kerapian serta berpartisipasi dalam pemeliharaan bangunan serta peralatan sekolah.
    5. Setiap siswa berkewajiban menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan SMK Komputer Mutiara Ilmu seperti menulis dan mencoret-coret yang tidak pada tempatnya (dinding, meja, kursi) serta membuang sampah sembarangan.
    6. Setiap siswa wajib memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya pada tamu yang datang di sekolah dan wajib memberikan salam bersama-sama jika tamu tersebut masuk kelas di pimpin oleh ketua kelas.
    7. Siswa dilarang mengendarai (berboncengan) kendaraan roda dua (motor) lebih dari 2 orang dan tidak mengendarai kendaraan secara ugal-ugalan/balapan.

    VII. Kegiatan Ekstra-kurikuler.


    Dalam rangka meningkatkan mutu pembinaan siswa sangat dirasakan perlunya pelaksanaan kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler secara berimbang, serasi dan profesional agar terwujud siswa yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cerdas, terampil dan kreatif serta memiliki sikap, prilaku, pola pikir dan kepribadian yang baik.
    Bentuk- bentuk kegiatan ekstra kurikuler yang menjadi keharusan untuk di ikuti atau sesuai bakat dan minat adalah :

    1. Setiap siswa SMK wajib menjadi anggota OSIS di sekolahnya.
    2. Setiap siswa wajib mengikuti upacara di sekolah.
    3. Setiap siswa wajib menjaga agar pelaksanaan upacara bendera di sekolahnya berlangsung dengan tertib, hikmat dan lancar.
    4. Setiap siswa sesuai dengan minat masing-masing wajib mengikuti kegiatan yang diselengarakan oleh sekolah antara lain :
    • PRAMUKA
    • Remaja Pecinta Mushollah  ( ROHIS )
    • Mutiara Ilmu Linus Open Source  ( MILO )
    • LEMKARI unit SMK Komputer Mutiara Ilmu
    • Mutiara Ilmu Sport Club  ( MIRC )
    • Sanggar Seni Mutiara Ilmu ( SEMI )
    • Palang Merah Remaja  ( PMR )
    • Lembaga Penerbitan Siswa  ( LPS-MI)  
    • Pasukan Pengibar Bendera (PASKIB)

     

    III. Pembayaran.
    SPP (uang sekolah) dan Iuran OSIS dibayar selambat-lambatnya tanggal 10 (sepuluh) setiap bulan yang berjalan. Begitu pula pembayaran uang Laboratorium setiap awal semester.
    Bagi siswa yang tidak membayar sampai batas waktu tersebut, maka akan diumumkan pada papan pengumuman.

    C. SANKSI
    Siswa yang melanggar ketentuan tata tertib di atas akan diberi tindakan dengan berpedoman pada ketentuan berikut :

    1. Tahap Penanganan Kasus
        Secara umum diproses penanganan kasus dilakukan secara bertahap:
         Tahap 1 : pemberitahuan.
         Tahap 2 : peneguran secara lisan & tertulis.
         Tahap 3 : sanksi (hukuman penyitaan / skorsing hingga dikeluarkan dari Sekolah)   
                                        
      2. Mekanisme Penanganan Kasus

    • Penanganan kasus dilakukan secara bertingkat dari guru mata pelajaran dan atau guru piket, Wali kelas, guru BK, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Kepala Sekolah dengan membuat laporan kejadian kasus.
    • Apabila sudah dianggap perlu, penanganan kasusnya maka pihak sekolah membuatkan Surat Peringatan I, II atau III kepada siswa serta melakukan pemanggilan kepada orang tua / wali siswa.
    • Setiap bentuk pelanggaran yang di lakukan oleh siswa akan di catatkan dalam kartu kontrol / buku kasus.
    • Bentuk sanksi yang akan di berikan, ditentukan oleh tingkat kualitas kasus.

      3. Bentuk-Bentuk Kasus & Penilaiannya dalam satu semester yang berjalan

    NO. URAIAN INDISIPLINER Point KETERANGAN SANKSI
    1 Terlambat selama 1 – 10 menit  -5
    2 Terlambat lebih dari 10 menit -10  
    3 Terlambat 5 kali berturut-turut atau tidak  -30  
    4 Alpa 10 kali berturut-turut atau tidak -100  
    5 Keluar sekolah tanpa Izin tertulis dari sekolah -10  
    6 Tidak hadir (alpa) -20  
    7 Meninggalkan mata pelajaran (bolos)  -25  
    8 Makan & minum jam pelajaran  -10  
    9  Menerima tamu pada jam sekolah tanpa izin -15
    10 Bertutur kata yang tak sopan (bahasa kotor)  -5  
    11 Memakai perhiasan & make-up berlebihan  -5  
    12 Pakaian & Rambut tidak sesuai aturan  -5  
    13 Tidak  memakai ID Card sekolah dan atribut sekolah  -5  
    14 Berbuat / bertingkah laku seronok terhadap teman  -50  
    15 Mengganggu pembelajaran teman / Guru  -5  
    16 Tidak mengerjakan Tugas yang diberikan oleh Guru -10  
    17 Menjual bazaar, sticker, dll -10  
    18 Tak menjalankan kebersihan & keindahan -5  
    19 Membawa HP, Audio Player & sejenisnya -40  
    20 Meminta paksa / intimidasi barang milik orang lain -100
    21 Mengambil barang yang bukan miliknya / mencuri -100
    22 Membawa rokok di lingkungan sekolah -30  
    23 Merokok di lingkungan dan disekitar sekolah -60  
    24 Berjudi di lingkungan sekolah -100  
    25 Membawa senjata api / tajam -100  
    26 Berkelahi / menyulut perkelahian di sekolah -100
    27 Membawa / menggunakan Miras/ narkotika -200

    Keterangan :
    1.    Setiap siswa diberikan Point 200 dan akan mendapat mengurangan bila terjadi pelanggaran sesuai dengan jenis .
    2.    Ketentuan Pemberian Surat Peringatan, sbb :

    • Point -50 Surat Peringatan I (Pertama)
    • Point -100 Surat Peringatan II (Kedua) Pemanggilan orang tua dan skorsing
    • Point -150 Surat Peringatan III (Ketiga) Pemanggilan orang tua dan skorsing
    • Point -200 Surat DO/dikeluarkan atau Tidak naik kelas

    3.    Pemberian Surat Peringatan & DO berdasarkan akumulasi point yang dihitung dalam 1 (satu) semester (enam bulan).
    4.    Izin diberikan hanya untuk 3 hari dengan memperlihatkan surat dari orang tua maupun secara lisan (pertemuan orang tua/wali) dan tidakdiperkenankan    melalui telpon/sms.
    5.    Hal – hal yang belum termuat dalam daftar penilaian diatas akan disesuaikan berdasarkan kebutuhan.    

     

     

     

KOMENTAR

HALAMAN LAINNYA